Archive for January, 2015

Kebahagiaan Eto’o : ” Saya Ingin Membawa Kesini Keinginan Untuk Menang “

Seluruh ruangan dan seratus operator berlimpah menginformasikan semua untuknya. Dalam latar belakang melalui gambar yang menyoroti karirnya, berakhir dengan tertulis bahwa lebih baik tidak bisa diterima: Welcome Champion. Dalam pengaturan indah Aquarium Kota Genoa, Samuel Eto’o – jaket biru, sweater biru jagung dan celana jeans – tidak meninggalkan bibir mereka tersenyum kata resmi pertama dari Sampdoria: “Bagaimana Ferrero untuk meyakinkan saya? Pertama kali saya melihat presiden itu di London, saya tidak percaya itu benar-benar karena itu sangat menyenangkan. Saya datang ke Sampdoria untuk bermimpi dengan dia, saya berharap mimpi ini akan membawa kita jauh ke depan mungkin. ”

Raja. Marassi, menyambut Raja. “Itu bukan pertama kalinya bahwa saya – mengatakan pemain bernomor 99, penulis permainan golf di perusahaan Presiden Massimo Ferrero dan Luis Muriel pasca-pertandingan hari Minggu lalu -, ada yang sudah dengan Inter. Saya juga ditandai di sini, tapi sekarang semuanya berbeda: Saya di sini untuk membela jersey ini, jersey Sampdoria “. Inter, pada kenyataannya: banyak berubah sejak striker Kamerun telah menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Italia. “Ya, telah berubah sedikit ‘hal – kata bintang Afrika – tapi sepakbola masih sepak bola. Dan saya ingin segera mengambil penampilan di lapangan. “Singkatnya, di Torino? Yup.

Benar. Akan melayani tujuan Eto’o di Sampdoria untuk tetap di atas. “Saya harus mencetak gol – tunas dalam menanggapi pembunuh area penalti – tapi saya juga tahu pengorbanan, karena yang penting adalah kebaikan tim. Saya di sini untuk menang. “Untuk melakukannya, bagaimanapun, kita harus mengikuti perintah yang terbaik dari Sinisa Mihajlovic, sebagai dirinya sendiri mengakui striker Sampdoria: “Tentu. Berikut penerimaan yang baik segera: Saya merasa baik. Mihajlovic adalah pria sejati, baik di lapangan maupun dalam kehidupan. Di satu sisi, itu mengingatkan saya pada mendiang Luis Aragones ‘.

Sembilan puluh sembilan. Spanyol adalah salah satu yang telah mengangkat piala dari semua jenis dan dari mana Samuel menarik banyak pelajaran yang akan dimasukkan ke dalam tasnya di jalan ke Bogliasco. “Saya ingin membawa kesini keinginan untuk menang – replika. Keinginan adalah kekuatan. “Ya, tapi sampai titik tertentu: jumlah jersey 9, misalnya, belum mampu untuk memiliki dia berharap. “Sembilan adalah nomor saya – menjelaskan ujung, bahwa antara Barcelona dan Inter mengangkat tiga ppiala Liga Champions dengan angka di punggungnya – tapi di sini itu sudah diduduki oleh saudara saya Okaka. Jadi saya pikir saya akan mengambil nomor 99, seperti pada hari-hari petualangan saya di Anzhi Makachkala. Cassano juga sebelumnya memiliki nomor 99? Satu lagi alasan untuk menempatkan nomor yang dikenakan oleh pemain hebat ini di punggung saya. ”

Ketiga. Akan kembali ke hal-hal yang paling penting, Eto’o menetapkan target: “Sampdoria tidak dibangun untuk berada di tempat ketiga. Namun berkat seluruh tim dan pelatih, kami berjuang untuk posisi tersebut, sehingga tujuan kita harus untuk:. Tempat ketiga ”
29_etoo
Sumber : www.sampdoria.it

Ferrero Memperkenalkan Eto’o : ” Mimpi Adalah Bumbu Kehidupan “

“Kami menyerukan seorang pria yang muncul saja, tidak perlu komentar. Dia mengatakan bahwa final Liga Champions tidak bermain, tapi Anda menang: Anda mendapatkan ide “?. Ya, Presiden. Membuatnya sempurna ide. Pria yang bernama Samuel Eto’o dan Massimo Ferrero dengan bangga mempersembahkannya kepada banyak media. “Saya tidak bisa mengatakan lebih – lanjut pria nomor satu Sampdoria – dia pemain hebat dan saya senang untuk memiliki dia di sini. Saya membuatnya pengadilan kejam, tapi pada akhirnya saya memiliki pesona dan ia diterima. ”

Rasa Hormat. “Saya ingin memberitahu semua orang – kata Ferrero – Saya berterima kasih kepada kota Genova dan sangat senang untuk ekspor itu. Genova adalah kota magis tetapi sedikit dihormati di sepak bola. Hari ini kita harus menghormati semua orang banyak, karena hanya ada Juventus, Roma, Napoli, Inter dan catatan biasa. Ada Sampdoria dan, setiap minggu, kita akan bermain tanpa rasa takut kepada siapa pun. Kami ingin menghormati. ”

Mimpi. “Kami sudha berada di perempat jalan dan kredit positif diberikan ke orang-orang yang indah dan Sinisa yang hebat – Presiden mengintervensi antara lelucon dan lain Eto’o -. Dia tidak ingin berterima kasih padanya tapi saya orang yang penuh kasih dan berterima kasih atas apa yang dia lakukan dengan tim ini. Liga Champions? Sepak bola adalah bukan ilmu pasti, tetapi mimpi adalah bumbu kehidupan ‘
29_etooo
Sumber : www.sampdoria.it

Sampdoriani For Kids 2015

Minggu 25 Januari 2015, bertempat di Kuningan Futsal Village dan Restoran Italia Mamma Rosy, Sampdoria Club Indonesia mengadakan sebuah event yang kami beri nama ” Sampdoriani For Kids 2015 ”

” Sampdoriani For Kids 2015 ” merupakan sebuah hasil refleksi dari Sampdoria Club Indonesia untuk mensyukuri eksistensi komunitas kami yang sudah berjalan memasuki tahun ke 5. Di era awal 2000an, tidak pernah kami membayangkan akan bisa memiiki suatu wadah pecinta UC Sampdoria di Indonesia, dimana kami bisa bersama-sama merasakan suka dan duka dalam mendukung klub kesayangan kami yang jauh di kota Genova, Italia, seperti halnya komunitas fans club lainnya di Indonesia. Lewat perjuangan keras untuk saling mencari keberadaan pecinta Sampdoria di Jakarta dan seluruh Nusantara Indonesia, akhirnya komunitas ini pun mulai eksis di tahun 2009, tepatnya di tanggal 25 September 2009, langkah demi langkah kami lakukan untuk membangun diri menjadi wadah pecinta Sampdoria yang selama ini kami impikan, melewati tahun kesuksesan lolos ke kualifikasi Liga Champions Eropa 2010-2011, terus mengikuti dengan sabar saat Sampdoria terjerembab ke Serie B, hingga kembali promosi ke Liga Italia Serie A 2012-2013, dan hingga hari ini, saat kami bisa berbangga diri di tahun ke 5 eksistensi resmi sembari melihat klasemen sementara dan mengucapkan : ” Itu Sampdoria Kami Yang Sedang Menjulang “. Benar-benar luar biasa bukan untuk hal yang sebelumnya hanya dianggap mimpi yang sulit terelisasikan.
indosamp
_ALD8520
_ALD8521
_ALD8534
_ALD8537

Untuk mensyukuri semua anugerah Yang Maha Kuasa maka kami berinisiatif mengadakan sebuah event berbagi cinta untuk adik-adik dari panti asuhan yang berada di ibukota Jakarta dan sekitarnya melalui kompetisi futsal kelompok umur 10-12 tahun dan kemudian menjamu mereka makan malam bersama. Sebuah ide event sederhana namun memiliki manfaat luar biasa untuk memberikan senyuman dan semangat dalam menjalankan hidup kepada adik-adik kami yang berasal dari panti asuhan. Maka kami pun mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik demi suksesnya acara tersebut, kami melakukan koordinasi dengan pusat penjualan resmi merchandise UC Sampdoria di Genova, yaitu Sampdoria Point, dan berhasil melakukan pengadaan jersey original untuk adik-adik panti asuhan yang akan mengikuti kompetisi futsal yang kami selenggarakan, tentunya berkat usaha keras wakil Presiden kami, Massimo Mantero, yang pada akhir Desember merayakan Natal di kampung halamannya di Genova, dan melakukan pembicaraan dengan pihak Sampdoria Point. Hingga akhirnya semua persiapan berjalan lancar meski tidak sedikit juga kekurangan dan kesulitan yang kami hadapi saat mempersiapkannya, Minggu 25 Januari 2015 tepat pukul 16.30 WIB, setelah perayaan pembukaan oleh panitia dan sponsor, wasit Gahral Adyansah pun meniup tanda dimulainya pertandingan dan kompetisi futsal ” Sampdoriani For Kids 2015 ” yang diikuti 4 tim yang semuanya diberi nama sesuai dengan nama pemain-pemain legendaris di Sampdoria, keempat tim tersebut adalah : Roberto Mancini, Gianluca Vialli, Attilio Lombardo dan Sinisa Mihajlovic. Adik-adik panti asuhan berkompetisi berbalut jersey Sampdoria segala jenis pun dengan begitu bersemangat dan ceria untuk menjadi yang terbaik, tidak terlihat sama sekali gurat-gurat keletihan dalam wajah mereka, yang ada hanya keceriaan dan memancing audiens yang hadir di sekitar lokasi untuk ikut menyaksikan acara. Akhirnya tim Roberto Mancini dan Sinisa Mihajlovic yang melenggang ke laga final disertai suasana yang makin antusias dengan kehadiran aktris Kelly Tandiono dan 4 legenda Timnas Indonesia yang pernah berlatih bersama Sampdoria dalam program Timnas Indonesia Primavera dan Beretti di era 90an, mereka adalah Kurnia Sandy ( Eks Penjaga gawang ke 3 Sampdoria di musim 1996-1997 setelah Fabrizio Ferron dan Matteo Sereni ), Yeyen Tumena, Dwi Priyo Utomo dan Aris Indarto. Tim Roberto Mancini akhirnya keluar sebagai juara setelah menaklukkan tim Sinisa Mihajlovic lewat adu tendangan penalti, setelah di waktu normal 2 x 10 menit kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1, sementara tim Attilio Lombardo keluar sebagai juara ke 3 setelah menaklukkan Tim Gianluca Vialli. Acara pun berlangsung sukses dan berlanjut ke prosesi penyerahan piala kepada masing-masing tim yang diberikan oleh Il Presidente Sampdoria Club Indonesia, Ferry Fibriandani, Wakil Presiden Sampdoria Club Indonesia, Massimo Mantero, serta 2 legenda Timnas Indonesia, Kurnia Sandy dan Yeyen Tumena, yang membuat anak-anak semuakin bertambah ceria dan bersemangat.
_ALD8580
_ALD8587
_ALD8591
_ALD8595
_ALD8625
_ALD8638

Acara pun kemudian berlanjut dengan jamuan makan malam di Restoran Italia Mamma Rosy, dimana semua adik-adik peserta menggunakan kaus dari Sampdoria Club Indonesia sambil menikmati hidangan makam malam yang disuguhkan untuk mereka semua setelah lelah berkompetisi, dalam kesempatan itu juga, semua peserta diperkenalkan dengan pemilik restoran Mamma Rosy, yaitu Mamma Rosy Vigone, yang juga merupakan seorang Sampdoriana berat beserta Daniel Vigone. Setelah makan malam selesai, Sampdoria Club Indonesia pun memberikan tanda cinta dan bingkisan kepada adik-adik panti asuhan yang terlihat semakin lelah dengan beranjaknya waktu menuju malam, waktu berpisah pun tiba, dan serentak mereka semua berfoto bersama di depan banner raksasa berwarna Blucerchiati Sampdoria dan kemudian meminta izin untuk pulang dengan wajah yang ceria meski mulai digantungi kelelahan. Terima kasih Adik-adik semua yang telah ikut memeriahkan acara ini, senyum dan keceriaan kalian adalah kebahagiaan bagi kami semua.
_ALD8658
_ALD8670
_ALD8694
_ALD8713
_ALD8728

Terima kasih sebesarnya kami haturkan untuk para donatur sponsor yang telah berpartisipasi dalam kegiatan amal kami ini : Remedi Indonesia, Asian Bulk Logistics, Mercuria, Surf Activity. Berkat bantuan dari para donatur sponsor dan berkat dari Yang Maha Kuasa event ini bisa kami jalankan dengan baik hingga selesai.
sponsor

Terima kasih sebesarnya juga kami haturkan untuk seluruh kawan-kawan yang meluangkan waktu dan tenaganya untuk mensukseskan acara serta para jurnalis yang sudah menyempatkan diri untuk meliput dan mempublikasikan kegiatan amal ini!!

Salam Dari Kami Sampdoria Club Indonesia

Resmi : ” Samuel Eto’o Pemain Sampdoria “

Presiden Massimo Ferrero dan U.C. Sampdoria S.p.A. sangat senang mengumumkan secara resmi telah mengakuisisi langsung dari Everton FC hak olahraga pemain Samuel Eto’o (lahir di Nkongsamba, Kamerun, 10 Maret 1981). Striker, yang telah menandatangani kontrak dengan klub Sampdoria hingga 30 Juni 2018 dan memilih nomor jersey 99, sudah tersedia untuk Sinisa Mihajlovic untuk latihan hari ini di pusat olahraga “Mugnaini” Bogliasco.
27_eto1
Sumber : www.sampdoria.it

Selamat Datang Dan Terima Kasih Giuseppe ” Beppe ” Iachini

Suasana stadio Marassi di kota Genova pada Minggu 25 Januari 2015 tidak hanya semarak dan penuh antusiasme karena kehadiran 2 pemain anyar Sampdoria, Samuel Eto’o dan Luis Muriel. Tapi juga hangat oleh antusiasme dan sambutan hangat para Sampdoriani untuk pelatih I Rosanero Palermo, Giuseppe ” Beppe ” Iachini.

Seperti diketahui Beppe Iachini adalah pelatih yang selalu dicintai publik Sampdoriani, karena berjasa membawa Sampdoria kembali promosi ke Liga Italia Serie A pada musim kompetisi 2011-2012 setelah sebelumnya di musim 2010-2011 terjerembab ke Liga Italia Serie B, Iachini datang di akhir tahun 2011 dan membawa Sampdoria yang ketika itu berada di titik nadir dan terlihat jauh dari persaingan mendapatkan tiket promosi untuk kembali bersaing serta berhasil promosi lewat jalur Play Off setelah menduduki posisi ke 6 klasemen Liga Italia Serie B musim 2011-2012

Terima Kasih Giuseppe ” Beppe ” Iachini, Sukses Selalu Untukmu!!

Budi Baikmu Akan Selalu Kami Ingat!!

Giuseppe ” Beppe ” Iachini Uno Di Noi!!
3
4
7
8

Selamat Datang Samuel Eto’o Dan Luis Muriel

Bersamaan dengan laga menghadapi Palermo pada Minggu 25 Januari 2015, Presiden Massimo Ferrero memenuhi janjinya kepada seluruh Sampdoriani dan kota Genova untuk memperkenalkan 2 punggawa anyar Sampdoria yaitu Samuel Eto’o Fils dan Luis Fernando Muriel Fruto.

Stadio Marassi di kota Genova begitu dipenuhi antusiasme dan rasa semarak menyambut kehadiran 2 pemain baru ini, tepuk tangan terus mengiringi kehadiran Eto’o dan Muriel sejak mereka hadir di tribun VIP stadio Marassi dan ketika turun langsung ke lapangan beserta Il Presidente Massimo Ferrero di akhir laga yang berakhir imbang vs Palermo tersebut untuk menemui dan membalas sambutan hangat para Sampdoriani yang hadir

Penuh Antusiasme Dan Motivasi Serta Kegembiraan!!

Berikan Kebahagiaan Bagi Kami Semua Eto’o Dan Muriel!!

Berikut Foto-Foto Semarak Kehadiran Samuel Eto’o Dan Luis Muriel di Stadio Marassi, Genova :
1
2
5
6
9
10

Viviano : ” Di Pertandingan Seperti Ini, Kami Bisa Saja Mengalami Kekalahan “

Lampu yang lebih intens dan kurang intens. Begitu banyak cahaya di babak pertama, flare kurang di babak kedua. Dan jika pada akhirnya Sampdoria mendapatkan poin dari pertandingan melawan Palermo, terima kasih besar juga pergi ke sarung tangan dari Emiliano Viviano, yang hanya dilampaui oleh tembakan tak terbendung Vázquez. “Saya melakukan yang terbaik untuk membantu tim saya – nomor 2 merespon untuk pujian yang datang dalam Mixed Zone – Saya senang telah berhasil. Kiper sisanya ada untuk ini: untuk menangkis. Kadang-kadang kita berhasil, kadang tidak. Hari ini, bagaimanapun, itu berjalan lancar. ”

Teknologi. Untuk pertanyaan soal gol hantu Morganella, yang akan mengambil keuntungan bagi I Rosanero Palermo setelah istirahat. Kiper Doriano, memandang gambar, jujur mengakui: “Itu adalah kesalahan manusia, tapi itu tidak mudah untuk melihat. Saya sendiri ada di sana, di posisi tersebut dan, telah memiliki persepsi bahwa bola itu masuk, saya sama sekali tidak yakin. Kesalahan adalah hal-hal yang sering terjadi, tapi menurut saya, dan saya mengatakan di sisi lain, teknologi garis gawang bisa membantu memecahkan situasi ini. ”

Moments. “Dalam setiap pertandingan ada kalanya Anda dan perintah lain di mana lawan perintah – kemudian kembali pada kemajuan pertandingan -. Kami di babak pertama, kami bisa mencetak lebih banyak gol, tapi kami tidak berhasil dan kami berjuang lebih dari waktu lain. Juga harus diberikan kredit ke Palermo, yang melakukan kompetisi besar. Karena itu kita harus melihat sisi positif: permainan seperti hari ini, Anda juga bisa kalah. Hari ini bisa menjadi nol poin dan bukan membawa satu poin ke rumah. ”

Kedatangan. Mendekati finish di bursa transfer, dengan pendatang baru rumah Sampdoria, pada semua Eto’o dan Muriel. “Kami semua senang dengan kedatangannya. Kemudian mengenal Samuel dan dia adalah orang yang hebat – ujar Viviano -. Tapi saya mengikuti pelatih dan saya ingin menekankan pekerjaan besar yang telah kami semua lakukan sampai sekarang. Para pendatang baru tentu akan menjadi nilai tambah bagi kelompok yang sudah solid.

25_vivi
Sumber : www.sampdoria.it

Regini Membuat Spot Ketat ” ” Pertandingan Dengan 2 Wajah “

“Pertandingan dengan dua wajah.” Vasco Regini menggambarkan sembilan puluh menit pertandingan di Marassi dalam cara yang terbaik, menjelaskan hal terbaik tidak pergi di babak kedua: “Setelah kembali di lapangan, kami melewatkan beberapa dukungan juga: kesalahan dalam langkah-langkah dan mereka mengambil kepercayaan diri, sementara Palermo terus tumbuh dan berkembang. Kami telah menurunkan pusat gravitasi, sementara mereka setelah menyamakan kedudukan mereka bangun, meningkatkan tingkat dan jumlah permainan mereka. ”

Hantu. “Di babak kedua – lanjut pemain kidal yang berposisi sebagai quarterback – kami hanya bertahan, bisa hanya memiliki satu reaksi nyata dalam ruang, dengan peluang Soriano. Ini sebabnya kami menjaga keseimbangan ketat ini ‘. Sama dengan nilai dari gol-hantu Morganella yang tidak disahkan wasit. “Mereka mengatakan kepada saya itu gol – mengungkapkan pemain bernomor 19 – tapi saya tidak di bidang lapangan yang saya perhatikan: saya pergi ke posisi pertemuan itu tetapi tidak melihat apa-apa namun sulit bagi wasit untuk memutuskan. Jika berikutnya akan datang teknologi garis gawang akan lebih baik, lebih baik seperti itu: dengan cara ini Anda akan menghindari banyak diskusi berkitan dengan hal seperti ini “.

Perhotelan. Terlepas dari semua, itu akan menjadi malam Minggu yang bisa saja dihabiskan di tempat ketiga. “Kami bertekad super dan terfokus untuk menang – lanjut pemain kidal ini – tetapi mengingat apa yang telah terjadi kita bisa bahagia dengan nilai yang didapat. Meskipun dalam babak pertama kami memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan . “Dari Minggu depan bisa menggunakan Eto’o yang akan memberikan sokongan besar di lini depan. ” Dia Dapat memberi kami andil yang besar – lanjut Vasco dengan media – karena sampel. Hari ini saya memiliki kesan yang indah, pada pandangan pertama. Kami mencoba untuk menyambutnya dengan cara sebaik mungkin dan kami berharap dia akan membantu kami dengan kelasnya. ”
25_regio
Sumber : www.sampdoria.it

Mihajlovic Memikirkan Babak Pertama : ” Kami Hampir Saja Dapat Menutupnya “

Menguasai penguasaan bola dalam pertandingan, menguasai kesempatan teritorial dalam seri, di babak pertama. Serangan berkurang, ” tertidur ” dalam meraih keselamatan dan banyak risiko di babak kedua. Bahkan Sinisa Mihajlovic tahu, pertandingan ini bisa diiris dua, memotong bersih melalui interval pertandingan: “Babak pertama adalah milik kita, sedangkan pada babak kedua mereka telah melakukan yang terbaik, maka hasil imbang adalah adil. Saya meminta tim untuk terus bermain dengan baik, bukan kami tidak berhasil, dan di babak kedua kami juga berisiko mengalami kekalahan. ”

Mentalitas. “Itu adalah pertandingan yang harus dimenangkan saat ia mulai – lanjut pelatih dari Serbia di pertemuan dengan media – kita harus menutupnya. Tapi di babak kedua kami datang dengan sikap yang salah. Palermo telah mengeluarkan semua kualitas nya, yang pasti tidak menemukan kami. Telah membuat bingung banyak tim, bukan hanya kita. Kami pikir hanya untuk bertahan mempertahankan hasil keunggulan, ketika tidak ada yang bahkan harus dipertahankan. “Penyebabnya dapat dicari faktor eksternal, seperti euforia dari pasar pemain? “Saya tidak berpikir seperti itu – menjawab pelatih Serbia -. Karena kami mulai dengan sangat baik dan kesalahan itu bukan dalam mentalitas seperti yang kami lakukan ketika memasuki lapangan di babak kedua”

Market. Hampir tambahan pemain baru, pendapat pelatih asal Vukovar begini: “Kami menjual Gabbiadini dan Muriel diidentifikasi sebagai penggantinya, tapi sayangnya, masih ada dua puluh hari untuk melihatnya beraksi. Jika dia dapat melakukannya dengan baik? Di sini dia akan dapat ” meledak “. “Tapi segera akan ada juga Samuel Eto’o. “Dia telah memenangkan banyak – mengatakan Sinisa tentang legenda asal Kamerun -, telah memiliki karir yang penting dan dapat memberikan kontribusinya ke tim ini, sudah kuat, dengan tentu saja pengalamannya. Tapi itu bukan gangguan, karena kita bangun ke sini dengan pekerjaan. Apa yang harus Anda lakukan? Anda harus ,menyatu dengan cepat dalam realitas tim kami, sehingga memberikan kami banyak dari segi teknis dan kepribadian. Sampdoria kemudian dapat memberikan begitu banyak untuk Eto’o, dapat memberinya pengalaman indah lain untuk karirnya. ”
25_sini
Sumber : www.sampdoria.it

Sampdoria vs Palermo 1-1

Sampdoria bermain imbang 1-1 dengan US Citta Di Palermo dalam lanjutan pekan ke 20 Liga Italia Serie A 2014-2015 di Stadio Marassi, Genova.

Sebelum pertandingan dimulai, seluruh Sampdoriani yang hadir mendapatkan kejutan dari Il Presidente, Massimo Ferrero, yang menepati janjinya untuk mempersembahkan kehadiran 2 striker baru berkualitas teknik tinggi bagi Il Samp yaitu : pemuda berbakat Kolombia, Luis Muriel, dan striker legendaris dunia asal Kamerun : Samuel Eto’o . Seluruh Sampdoriani begitu antusias dan semarak menyaksikan lambaian tangan Presidente Ferrero dan kedua pemain baru Sampdoria tersebut dari tribun VIP Stadio Marassi. Pertandingan pun dimulai, dan kedua tim saling berupaya untuk membongkar pertahanan masing-masing, Sampdoria terlihat begitu bersemangat dan dominan untuk mengegdor pertahanan I Rosanero yang dikawal bek andalan Costa Rica, Giancarlo Gonzalez, serta pemain Slovenia, Sinisa Mihajlovic, dan tentu saja kiper berpengalaman, Stefano Sorrentino. Namun Palermo memiliki peluang lebih dulu, melalui pemain tengah Francesco Bolzoni setelah menerima assist dari jenderal lapangan tengah I Rosanero Palermo yang berasal dari Paraguay, Edgar Baretto, untung eksekusi Bolzoni berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Sampdoria, Emiliano Viviano. Sampdoria akhirnya berhasil unggul cepat di menit ke 6 setelah striker asal Brasil, Eder Citadin Martins, yang menerima assist ciamik dari Roberto Soriano kemudian berhasil melewati penjagaan bek Palermo dan dengan eksekusi kerasnya membobol gawang Sorrentino, 1-0 untuk keunggulan tuan rumah Sampdoria. Sampdoria setelah gol tersebut, menjadi sangat bersemangat untuk membobol gawang tamunya, Sampdoria kemudian memiliki 2 p4 peluang yang masing-masing dihasilkan oleh Eder dan Matias Silvestre, sayang 2 peluang melalui kepala yang dihasilkan Eder berhasil digagalkan oleh bek Palermo dan hanya menyamping dari gawang yang dikawal Sorrentino, sementara 2 peluang Silvestre berhasil digagalkan dengan brillian oleh Sorrentino. Hingga babak pertama berakhir Sampdoria masih unggul 1-0 atas tamunya Palermo.

Di babak kedua, Palermo yang tertinggal kemudian berekasi bagaikan singa yang sedang terluka, I Rosanero akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke 49 melalui eksekusi keras striker asal Argentina, Franco Vazquez, dari luar kotak penalti setelah menerima assist menawan dari Baretto, bola gagal diamankan Viviano dan membobol gawang Sampdoria, kedudukan menjadi imbang 1-1. Setelah gol tersebut, serangan-serangan dari Palermo semakin menggila, dan kembali memiliki serangkaian peluang, dimulai dari wonderkid asal Argentina, Paulo Dybala, yang aksi-aksi teknik mengagumkannya mengacak-acak pertahanan Sampdoria, dan kemudian melakukan eksekusi keras ke gawang, untung peluang tersebut berhasil digagalkan dengan baik oleh Viviano dan membentur mistar gawang Sampdoria. Palermo kembali memiliki peluang lewat eksekusi keras bek sayap asal Swiss, Michele Morganella, yang kemudian membentur mistar gawang dan memantul masuk melewati garis gawang tuan rumah Sampdoria, untungnya wasit tidak menangkap moment tersebut dengan baik dan memutuskan bahwa tidak ada gol untuk Palermo, pihak I Rosanero meradang dan memprotes keputusan tersebut, sehingga wasit harus mengeluarkan kartu merah untuk mengusir salah satu offisial Palermo, Andrea Fulignati, yang melakukan protes keras dari pinggir lapangan. Pertandingan pun kembali berlanjut, dan Palermo terus tampil dominan untuk mengeksploitasi pertahanan Sampdoria yang terlihat ‘ limbung ” setelah lini tengah begitu perkasa dikuasai I Rosanero yang tampil kesetanan sejak babak kedua dimulai, Palermo kembali memiliki peluang lewat eksekusi keras Franco Vazquez dari luar kotak penalti, untung dengan sigap berhasil digagalkan oleh Viviano. Palermo kembali berhasil mengkreasikan peluang lewat sepak pojok dan bola sodoran Baretto yang mengakibatkan scrimage/kemelut di depan gawang Sampdoria, untungnya masih bisa digagalkan dengan baik oleh pertahanan Sampdoria yang dikawal Matias Silvestre dan Alessio Romagnoli. Sampdoria yang terus tertekan tidak tinggal diam dan kemudian merespon, Il Samp memiliki peluang lewat Roberto Soriano, setelah berhasil merebut bola dari penguasaan pemain bertahan I Rosanero Palermo, sayang eksekusi kerasnya setelah berhasil melewati pemain bertahan Palermo masih bisa diselamatkan dengan baik oleh Sorrentino, Sampdoria kemudian memasukkan Stefano Okakak Chuka untuk menambah ” peluru ” di lini penyerangan menggantikan striker asal Argentina, Gonzalo Bergessio, beberapa skema serangan berhasil dihadilakukan Okaka untuk membongkar pertahanan tim tamu dari pulau Sicilia, sayang masih bisa digagalkan dengan baik oleh barisan pertahanan Palermo. Hingga akhir pertandingan, Sampdoria harus puas bermain imbang 1-1 dengan Palermo, dan diakhir pertandingan inipun, Il Presidente Massimo Ferrero turun ke lapangan bersama Luis Muriel dan Samuel Eto’o untuk memperkenalkannya kepada publik Marassi, yang begitu antusias dan semringah atas kehadiran 2 pemain berkualitas ini.
25_eder

Hidup Sampdoriaaaaaaaaaaaaaaaa

Hidup Sampdoriaaaaaaaaaaaaaaaa